Menulis Kok Report !!!

Apa Kata Dunia ?

Pengayaan SMA

POKOK BAHASAN I <!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”;} h1 {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; page-break-after:avoid; font-size:11.0pt; font-family:”Arial”,”sans-serif”;} h2 {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; page-break-after:avoid; border:none; padding:0cm; font-size:11.0pt; font-family:”Arial”,”sans-serif”;} h3 {margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; text-indent:-36.0pt; page-break-after:avoid; border:none; padding:0cm; font-size:11.0pt; font-family:”Arial”,”sans-serif”;} p.MsoHeader, li.MsoHeader, div.MsoHeader {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”;} p.MsoTitle, li.MsoTitle, div.MsoTitle {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; text-align:center; font-size:11.0pt; font-family:”Arial”,”sans-serif”; font-weight:bold;} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; font-size:11.0pt; font-family:”Arial”,”sans-serif”;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent {margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:18.0pt; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; text-indent:-18.0pt; font-size:11.0pt; font-family:”Arial”,”sans-serif”;} p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2 {margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; text-indent:-36.0pt; border:none; padding:0cm; font-size:11.0pt; font-family:”Arial”,”sans-serif”;} p.MsoBodyTextIndent3, li.MsoBodyTextIndent3, div.MsoBodyTextIndent3 {margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:108.0pt; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; text-indent:-108.0pt; font-size:11.0pt; font-family:”Arial”,”sans-serif”; font-weight:bold;} /* Page Definitions */ @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>

PELAJARAN 1

SAYA PRIBADI YANG UNIK

TUJUAN PEMBELAJARAN

Agar pada akhir pelajaran siswa mampu:

  • Menyebutkan ciri-ciri fisik dan menjelaskan fungsinya.
  • Menyebutkan kemampuan-kemampuannya.
  • Menyebutkan sifat-sifat dan karakter yang dimilikinya.
  • Menyebutkan pengalaman-pengalamannya yang unik.
  • Mengungkapkan rasa syukur sebagai pribadi yang diciptakan Tuhan dengan keajaiban-keajaibannya (Mz 139).

BAHAN KAJIAN

  • Ciri-ciri fisik.
  • Kemampuan dan sifat-sifat manusia.
  • Pengalaman-pengalaman yang unik.
  • Syukur Mz 139.

SUMBER BAHAN

  • Kitab Suci.
  • AM. Manguhardjana SJ, Mengatasi Hambatan-Hambatan Kepribadian, Kanisius, Yogyakarta.
  • Team CLC, Tantangan Membina Kepribadian, Yayasan Cipta Loka Caraka, Jakarta, 1992.
  • Komisi Kateketik KWI, Yesus Teladanku, Obor, Jakarta, 1986.

METODE : Berdiskusi – dialog – informasi.

SARANA

  • Alkitab.
  • Buku Siswa “Saya Pribadi Yang Unik”
  • Pengalaman Siswa

WAKTU : 2 x 45 menit

PEMIKIRAN DASAR

Secara jasmaniah remaja adalah manusia yang sedang mekar-mekarnya. Badan mereka sangat indah dan mengagumkan. Dan dalam badan yang indah itu terdapat kekayaan rohaniah yang sangat potensial seperti kemampuan menari dan menyanyi. Tertawa dan menangis. Kemampuan mencintai dan bercita-cita. Kemampuan berpikir dan berfantasi. Kemampuan berkehendak dan mengambil keputusan secara bebas.

Selain kemampuan-kemampuan, itu manusia masih dihiasi oleh kekayaan rohaniah yang lain, yaitu karakter dan sifat, seperti sifat ramah tamah, pemurah, setia, penuh pengertian dan sebagainya.

Selain itu manusia muda itu memiliki apa yang disebut pengalaman. Pengalaman-pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga pengalaman-pengalaman yang pahit menantang. Setiap insan remaja pasti memiliki pengalaman-pengalaman yang unik.

Singkatnya: manusia itu makhluk yang indah dan “istimewa”. Keistimewaan dan keagungan manusia ini hendaknya sungguh disadari semua siswa. Untuk melukiskan keistimewaan dan keagungan manusia itu, Kitab Suci Kejadian menceriterakannya dengan indah sekali.

Waktu menciptakan manusia, Allah merencanakan dan menciptakannya menurut gambar dan rupa-Nya. Menurut citra-Nya (Kej 1: 26).

Waktu menciptakan manusia Allah seolah-olah perlu “bekerja” secara istimewa. “Tuhan Allah membentuk manusia dari debu dan tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya” (Kej 2: 7).

Segala sesuatu, termasuk taman Firdaus itu diserahkan untuk manusia (Kej 1: 26).

Bukankah manusia itu istimewa? Tuhan memperlakukan dia secara khusus. Dan dia sudah dipikirkan dan direncanakan oleh Allah sejak keabadian. Kehadirannya di bumi dipersiapkan dan diatur secara teliti dan mengagumkan. Dia sungguh diperlakukan sebagai “orang”, sebagai pribadi, “seperti” Tuhan sendiri.

Pembukaan : Doa atau nyanyian yang sesuai

PENGALAMAN BELAJAR

1. Mengamati dan mempercakapkan tentang keunikan manusia dilihat dari segi jasmaniah, rohaniah dan pengalaman hidupnya.

=    Mintalah kepada peserta didik untuk mengisi dan menggarisbawahi mana yang sesuai dalam “Kartu Pengenal” di bawah ini:

Nama  : ……………………………

I.          CIRI-CIRI BADAN

Warna kulit      : kuning, hitam, coklat, putih

Rambut           : air, keriting, berombak

Muka               : bulat, bulat telur, lonjong

Ukuran vital

(untuk puteri)   : ……………………

Ciri-ciri lain      : ……………………

II.         KEPANDAIAN/BAKAT, SIFAT

Kepandaian     : matematika, sejarah, bahasa

Ketrampilan     : menari, olah raga, menjahit, menyanyi

Hobby             : piknik, membaca, renang,……….

Sifat yang menonjol :     ramah tamah, suka mengerti, bertanggung jawab,         keibuan, berani, malu-malu, pengecut.

III.        PENGALAMAN HIDUP

Lahir                : tgl………………..di……………….

SD                   : di…………………tahun…………..

SMP                : di…………………tahun………….

Pengalaman yang sangat mempengaruhi hidupku :

1. ………………………………….

2. ………………………………….

=    Sesudah para peserta didik mengisi “Kartu Pengenal” itu, buatlah percakapan dengan mereka, misalnya:

1. Bagaimana perasaan mereka waktu mengisi Kartu Pengenal itu?

2. Bagian mana yang sulit dan yang terasa berat untuk mengisi atau menggaris-bawahinya?

=    Mintalah supaya peserta didik rela menukarkan Kartu Pengenalnya (KP) dengan KP temannya. Kemudian lanjutkan percakapan, misalnya:

1. Bagaimana perasaan mereka waktu membaca KP temannya?

2. Adakah KP yang persis sama dengan KP lainnya? Rasanya tidak. Semuanya unik.

3. Manakah yang unik dari KP temannya?

2. Mengungkapkan identitas

=    Mintalah peserta didik supaya mereka menggambarkan identitas diri mereka masing-masing dengan suatu gambar simbol. Simbol itu dapat diambil dari dunia margasatwa, tumbuh-tumbuhan atau lainnya. Misalnya, bisa dipilih: mawar, perahu,…….

Yang penting simbol-simbol itu harus melambangkan tentang dirinya, yang sedikitnya sudah terungkap dalam KP diatas!

Contoh :

BUNGA LIAR

(Puisi)

Aku ini bunga liar yang tumbuh di padang rumput

bersama bunga-bunga liar yang lain.

Orang-orang berlalu tanpa menoleh padaku,

apalagi memandang padaku.

Tak seorang pun berpikir untuk memetikku

dan meletakkan aku dalam jambangan.

Aku ini bunga liar yang dapat tumbuh dalam segala cuaca.

Aku tumbuh menghiasi padang rumput.

Aku dapat membuat padang rumput kelihatan lebih indah

tapi tetap saja tak seorang pun memperhatikan aku.

Aku ini bunga liar dan tetap bunga liar.

Tak gampang layu sekiranya orang memetik dan

mencampakkannya.

Aku terbiasa ditiup badai.

Aku dapat terbang bersama angin

dan jatuh dimana saja.

Aku pernah bermimpi untuk bertumbuh

antara mawar dan melati di taman indah.

Tetapi aku hanya akan mengacau dan

merusak pemandangan saja.

Aku hanya bunga liar

dan akan tetap menjadi bunga liar.

Seorang siswi SMA;

=    Sesudah para siswa menggambarkan identitasnya, mintalah supaya setiap peserta didik menunjukkan dan mengungkapkan gambar identitas dirinya dan menjelaskan kepada teman-temannya mengapa ia memilih simbol itu.

=    Sesudah itu percakapkanlah dengan peserta didik mengenai kesan mereka waktu mendengar teman-teman memperkenalkan identitas dirinya. Apakah dengan itu mereka sudah sedikit lebih mengerti tentang diri dan kepribadian teman-temannya??

3. Masukan dari guru yang bersifat dialogis kalau dianggap perlu.

Manusia memang suatu ciptaan Allah yang istimewa dan unik. Suatu “karya seni”, suatu masterpiece dari Allah yang luar biasa.

Pertama : Lihatlah keadaan fisikmu. Lihatlah keseluruhan badanmu!!

Begitu indah. Kedua matamu, kedua telingamu, kedua tanganmu, kakimu, hidungmu, mulutmu,…”dipasang” begitu tepatnya! Indah dan estetis. Bayangkan kalau satu telingamu dipasang di dahimu!!

Kedua : Sadarilah kekayaan rohaniah yang berada di dalam dirimu.

Pertama-tama: kemampuan-kemampuan! Dengan anggota tubuhmu kau dapat tersenyum, menari, menyanyi,….Dengan panca-inderamu kau dapat melihat, mendengar, merasa….

Dengan otak dan hatimu kau dapat berpikir, bercita-cita, mencintai, percaya dan berharap, mengambil keputusan secara bebas….

Selanjutnya, ada sesuatu yang sulit dilukiskan yang keluar dari dirimu, sehingga orang mengatakan kau baik, peramah, suka mengerti. Kau memiliki apa yang disebut karakter dan sifat yang tak ada pada ciptaan lain. Semua itu kau miliki secara khas!

Ketiga  : Dengan dirimu engkau dapat membuat kemajuan, pengalaman  dan sejarah.

Engkau dapat membuat kemajuan dan pengalaman karena engkau dapat mempertanyakan banyak hal dan mencari jawaban-jawaban dalam hidup ini. Engkau memiliki pengalaman-pengalaman yang menyenangkan dan pengalaman-pengalaman pahit yang menantang. Pengalaman-pengalaman itu sudah turut membentuk dirimu sehingga engkau menjadi seperti engkau sekarang ini. Engkau yang khas dan unik!!

Singkatnya, manusia itu makhluk yang indah dan istimewa. Keistimewaan dan keagungan manusia ini hendaknya sungguh disadari para remaja itu. Manusia merupakan mahkota dan sekaligus raja dari semua ciptaan. Untuk melukiskan keistimewaan dan keagungan manusia itu, Kitab Suci Kejadian menceriterakannya dengan indah sekali.

4.  Menyadari  keunikan  diri siswa dalam terang Kitab Suci Kej 1: 26 – 31.

=    Ajaklah para siswa untuk membaca atau mendengar Kej 1: 26-31.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut  gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”.

Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohon yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya. Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

=    Ajaklah para siswa untuk berdialog.

1. Kalimat-kalimat mana dari teks Kitab Suci di atas yang kamu senangi? Mengapa?

2. Kalimat-kalimat mana dari teks Kitab Suci itu yang menunjukkan bahwa manusia itu ciptaan yang istimewa dan unik.

=    Penegasan dari guru kalau dianggap perlu:

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang unik dan istimewa. Mengapa?

Waktu menciptakan manusia Allah merencanakan dan menciptakannya menurut gambar dan rupa-Nya. Menurut citra-Nya. (Kej 1.26)

Waktu menciptakan manusia, Allah seolah-olah perlu “bekerja” secara khusus. “Tuhan Allah membentuk manusia dari debu dan tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya”. (Kej. 2.7).

Segala sesuatu, termasuk taman Firdaus itu diserahkan untuk manusia. (Kej. 1.26).

Bukankah manusia itu istimewa? Tuhan memperlakukan dia secara khusus. Dan dia sudah dipikirkan dan direncanakan oleh Allah sejak keabadian. Kehadirannya dimuka bumi dipersiapkan dan diatur secara teliti dan mengagumkan. Dia sungguh diperlakukan sebagai “orang”, sebagai pribadi, “seperti” Tuhan sendiri.

Jadi, betapa uniknya kita manusia ini !

EVALUASI :

1. Sebutlah ciri-ciri fisikmu yang khas!

2. Sebutlah kemampuan-kemampuan yang menonjol!

3. Manakah sifat-sifat atau karaktermu yang dipuji teman-temanmu?

4. Sebutlah pengalaman-pengalaman khas yang berpengaruh bagi jalan hidupmu!

5. Susunlah sebuah doa sebagai tanda syukur untuk kekhasanmu!

DOA PENUTUP : Doakan Mz 139 di bawah ini;

Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku, Engkau mengetahui kalau

aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku

kau maklumi.

Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya,

semuanya telah Kau ketahui, ya Tuhan.

Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau

menaruh tangan-Mu ke atasku.

Terlalu ajaib bagiku mengetahui itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku

mencapainya.

Ke mana aku dapat pergi menjauh roh-Mu, ke mana aku dapat lari

dari hadapan-Mu?

Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana, Jika aku menaruh tempat

tidurku di dunia orang mati di situ pun Engkau berada.

Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung

laut, juga disana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-

Mu memegang aku.

Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku dan terang

sekelilingku menjadi malam”, maka kegelapan pun tidak menggelapkan

bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang,

kegelapan sama seperti siang.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku

dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib,

ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di

tempat yang tersembunyi dan aku direkam di bagian-bagian bumi

yang paling bawah.

Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak dan dalam kitab-Mu semuanya

tertulis hari-hari yang dibentuk, sebelum ada satu pun daripadanya.

Dan bagiku betapa sulitnya pikiran-Mu. Ya Allah betapa besar

jumlahnya!

Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pasir. Apalagi

berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh

daripadaku penumpah-penumpah darah, yang berkata dusta kepada

Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia.

Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya

Tuhan, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit

melawan Engkau?

Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.

Selidikilah aku, ya Allah dan kenalilah hatiku ujilah aku dan

kenallah pikiran-pikiranku, lihatlah, apakah jalanku serong dan

tuntunlah aku di jalan yang kekal”.

TUGAS  RUMAH

Renungkanlah dan garis bawahilah kalimat-kalimat di bawah ini yang menyentuh hatimu!

JADILAH DIRI SENDIRI YANG TERBAIK!

Jika kau tak dapat menjadi pohon meranti

di puncak bukit,

jadilah semak belukar di lembah.

Jadilah semak belukar yang teranggun di sisi

bukit,

kalau bukan rumput, semak belukar pun jadilah!

Jika kau tak boleh menjadi rimbun, jadilah

rumput,

dan hiasilah jalan dimana-mana.

Jika kau tak dapat menjadi ikan mas, jadilah

ikan sepat.

Tapi jadilah ikan sepat terlincah di dalam payau.

Tidak semua dapat menjadi nahkoda,

lainnya harus menjadi awak kapal dan

penumpang.

Pasti ada sesuatu untuk semua.

Karena ada tugas berat, maka ada tugas ringan

diantaranya dibuat yang lebih berdekatan.

Jika kau tak dapat menjadi bulan, jadilah

bintang.

Jika kau tak dapat menjadi jagung, jadilah

kedelai

Bukan dinilai kau kalah ataupun menang.

Jadilah dirimu sendiri yang terbaik!

Douglas Mallock.

Oktober 17, 2008 - Posted by | Kumpulan Tulisan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: