Menulis Kok Report !!!

Apa Kata Dunia ?

Silabus RPP Kimia X/1

SILABUS <!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:SimSun; panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;} @font-face {font-family:”\@SimSun”; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”;} /* Page Definitions */ @page Section1 {size:792.0pt 612.0pt; margin:90.0pt 72.0pt 90.0pt 72.0pt;} div.Section1 {page:Section1;} @page Section2 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;} div.Section2 {page:Section2;} /* List Definitions */ ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>

SILABUS

Nama Sekolah             :  SMA …………….

Matapelajaran              :  Kimia

Kelas/Semester                        :  I/I

Standar Kompetensi     :  Memahami struktur atom sifat-sifat periodik unsur dan ikatan kimia (16 Jam Pelajaran)

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

Pengalaman Belajar

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber/ Bahan/Alat

Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya melalui pemahaman konfigurasi elektron.

· Menganalisis perkembangan sistem periodik melalui studi kepustakaan.

Sistem Periodik dan Struktur Atom

· Pengelompokan  unsur

· Membuat ringkasan tentang perkembangan pengelompokan unsur-unsur dalam tabel periodik dan mempresentasikannya. (per kelompok)

· Mendiskusikan dasar pengelompokan unsur-unsur menurut hukum oktaf, sistem periodik Mendeleev, dan sistem periodik modern serta  kelemahan dan kelebihannya.

Tes tertulis

8 jam pelajaran

· Buku Kimia

· Kartu unsur.

· Menentukan golongan dan periode unsur-unsur dalam tabel periodik modern

· Golongan

· Periode

· Konfigurasi elektron

· Jumlah kulit

· Menggali informasi dari tabel untuk menentukan golongan, nomor atom, dan konfigurasi elektronnya.

Tes tertulis (uraian dan objektif)

Tabel Periodik Unsur-unsur

· Menentukan konfigurasi elektron dan jumlah kulit dari tabel periodik

· Menggali informasi dari tabel periodik untuk menentukan periode unsur, nomor atom, dan konfigurasi elektron, dan jumlah kulit.

· Menentukan jumlah elektron maksimum dalam suatu kulit.

· Berlatih menuliskan konfigurasi elektron unsur dengan nomor atom 1 sampai 20.

· Berlatih menentukan golongan dan periode unsur serta jumlah kulit berdasarkan konfigurasi elektron.

· Menentukan elektron valensi unsur dari tabel periodik dan berdasarkan konfigurasi elektronnya.

Elektron valensi

· Menuliskan konfigurasi elektron dari beberapa unsur untuk menyimpulkan pengertian elektron valensi.

· Berlatih menentukan elektron valensi berdasarkan nomor atom atau konfigurasi elektron.

Tes tertulis

(uraian dan objektif)

Tabel Periodik Unsur-unsur

· Menunjukkan hubungan elektron valensi dengan golongan dan periode unsur dalam tabel periodik.

· Menentukan jumlah proton, elektron, dan netron suatu unsur berdasar kan nomor atom dan nomor massa atau sebaliknya.

Partikel Dasar Penyusun Atom

· Proton

· Elektron

· Netron

· Mengkaji nomor atom dan nomor massa suatu unsur dalam talam tabel periodikuntuk menentukan jumlah proton, elektron, dan netron.

· Menentukan nomor atom atau nomor massa berdasarkan jumlah proton, elektron, atau netron.

Tes tertulis

(uraian dan objektif)

Tabel Periodik Unsur-unsur

· Menentukan massa atom relatif (Ar) suatu unsur dan massa molekul relatif (Mr) senyawa sederhana.

· Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur.

Isotop, Isobar, dan Isoton

· Menganalisis beberapa contoh unsur yang memiliki nomor atom sama tetapi nomor massa berbeda untuk menyimpulkan pengertian isotop.

Tes tertulis

(uraian dan objektif)

Buku Kimia

· Menganalisis beberapa contoh unsur yang memiliki nomor massa sama tetap nomor atom berbeda untuk menyimpulkan pengertian isobar.

· Menganalisis beberapa contoh unsur yang memiliki jumlah netron sama untuk menyimpul kan pengertian isoton.

· Menentukan persentase atau kadar isotop suatu unsur yang terdapat di alam.

· Menganalisis tabel atau grafik sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan ke elektronegatifan) untuk memahami keteraturannya.

Sifat keperiodikan unsur

· Jari-jari atom

· Energi ionisasi

· Mengkaji keteraturan jari-jari atom unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data tabel atau grafik dan nomor atom.

· Mengkaji keteraturan energi ionisasi unsur-unsur segolongan dan unsur-unsur seperiode berdasarkan data tabel atau grafik dan nomor atom.

Tes tertulis

(uraian dan objektif)

Tabel atau Grafik Keperiodikan Unsur

· Afinitas elektron

· Mengkaji keteraturan afinitas elektron unsur-unsur segolongan dan unsur-unsur seperiode  berdasar data tabel dan nomor atom.

· Keelektronegatifan

· Mengkaji keteraturan keelektro-negatifan  unsur-unsur segolongan dan unsur-unsur seperiode  berdasarkan data tabel.

· Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom energi ionisasi, afinitas elektron dan keelektrone-gatifan.

· Membandingkan perkembangan teori atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom Niels Bohr

Perkembangan teori atom

· Dalton

· Thomson

· Rutherfor

· Niels Bohr

· Membuat ringkasan tentang perkembangan teori atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom Niels Bohr dan mempresen-tasikan.

· Menganalisis perkembangan teori atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom Niels Bohr sesuai dengan fakta eksperimen yang ditemukan.

1.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.

· Menjelaskan kecenderungan unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara melepaskan atau menerima elektron valensi.

Ikatan Kimia

· Konfigurasi elektron yang stabil

· Menjelaskan kestabilan gas mulia berdasarkan konfigurasi elektron nya.

· Mengidentifikasi unsur yang dapat melepaskan atau menerima elektron valensi untuk mencapai kestabilannya atau menyerupai konfigurasi elektron gas mulia.

Tes tertulis (uraian dan objektif)

8 jam pelajaran

Buku Kimia

CD Kimia

· Membandingkan susunan elektron valensi (struktur Lewis) atom gas mulia (duplet dan oktet) dengan susunan elektron valensi atom bukan gas mulia.

· Menggambarkan susunan elektron valensi (struktur Lewis)  atom gas mulia (duplet dan oktet) dan dibandingkan dengan susunan elektron valensi atom bukan gas mulia serta hubungannya dengan kestabilan unsur.

· Menjelaskan proses terbentuk-nya ikatan ion dan contoh senyawanya.

Ikatan Ion

· Diberikan contoh unsur yang mudah melepaskan elektron valensinya membentuk ion positif dan contoh unsur yang mudah menerima elektron valensi dari unsur lain membentuk ion negatif. Ke dua unsur tersebut bergabung membentuk ikatan ion dengan melakukan serah terima elekton.

Tes tertulis (uraian dan objektif)

Buku Kimia

CD Kimia

· Mengilustrasikan proses terjadinya ikatan ion, misalnya laki-laki (muatan positif) dan perempuan  (muatan negatif) saling tertarik membentuk ikatan perkawinan.

· Memberi contoh senyawa ion dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, garam dapur (NaCl).

· Menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga serta contoh senyawanya.

Ikatan kovalen

· Diberikan contoh unsur yang dapat membentuk ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga serta menjelaskan proses terjadinya ikatan tersebut berdasarkan pemakaian bersama pasangan elektron.

Tes tertulis (uraian dan objektif)

Buku Kimia

CD Kimia

· Memberikan contoh senyawa yang terbentuk dari ikatan kovalen misalnya CH4, O2, dan C2H2.

· Menjelaskan kepolaran senyawa dan hubungannya dengan keelek- tronegatifan unsur

Senyawa polar dan non polar

· Merancang dan melakukan percobaan tentang kepolaran beberapa senyawa.

· Diberikan contoh beberapa senyawa polar dan non polar untuk menyimpulkan penyebab kepolaran senyawa (perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul).

Tes tertulis (uraian dan objektif)

· Kinerja/unjuk kerja

Buret

Statif dan klem

Pipet

Erlemeyer

Gelas kimia

Batang polatine

Kain wool

Air

Minyak tanah

Alkohol

Aseton

· Menjelaskan proses terbentuk-nya ikatan koordinasi pada beberapa contoh senyawa sederhana.

Ikatan Koordinasi

· Diberikan contoh unsur atau molekul yang dapat membentuk ikatan koordinasi dan menjelas-kan proses terjadinya ikatan tersebut berdasarkan sumbangan pasangan elektron dari salah satu unsur yang berikatan.

Tes tertulis (uraian dan objektif)

Buku Kimia

CD Kimia

· Menjelaskan proses terbentuk-nya ikatan logam dan hubungan-nya dengan sifat fisis logam.

Ikatan Logam

· Mengemukakan sifat fisis logam, yaitu : dapat menghantar listrik dan panas, mudah ditempa, dan mudah dibengkokkan serta hubungannya dengan ikatan logam.

Tes tertulis (uraian)

Buku Kimia

CD Kimia

· Menjelaskan teori yang menerangkan proses terbentuknya ikatan logam.


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran            :

Kimia

Kelas/Semester            :

I/1

Pertemuan ke              :

….

Alokasi Waktu            :

2 jam pelajaran

Standar Kompetensi   :

Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar       :

Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.

Indikator                     :

Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara melepaskan atau menerima elektron valensi.

Membandingkan susunan elektron valensi (struktur Lewis) atom gas mulia (duplet dan oktet) dan susunan elektron valensi atom bukan gas mulia.

Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion dan contoh senyawanya.

I Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu :

1.

Menjelaskan unsur-unsur yang mudah melepaskan elektron valensinya membentuk ion positif dan unsur-unsur yang mudah menerima elektron valensi dari unsur lain membentuk ion negatif untuk mencapai kestabilan.

2.

Menggambarkan struktur Lewis atom unsur gas mulia dan atom unsur bukan gas mulia.

3.

Menjelaskan penyebab kestabilan atom unsur gas mulia.

4.

Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dari unsur yang elektro positif (unsur logam) dengan unsur yang elektronegatif (unsur nonlogam).

5.

Memberi contoh senyawa ion sederhana dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari

II   Uraian Materi Pokok   :

· Unsur-unsur gas mulia memiliki 8 elektron valensi (elektron pada kulit terluar) kecuali Helium yang memiliki 2 elektron valensi. Oleh sebab itu unsur-unsur gas mulia stabil (sulit bereaksi dengan unsur lain).

· Unsur-unsur golongan IA (alkali) memiliki satu elektron valensi dan golongan IIA (alkali tanah) memiliki 2 elektron valensi merupakan unsur-unsur logam. Untuk menjadi stabil unsur-unsur golongan IA melepaskan 1 elektron valensi membentuk ion positif satu sehingga menyerupai konfigurasi elektron gas mulia

Contoh :

11Na     →   10Na+ +  1e   menyerupai konfigurasi elektron 10Ne (2, 8)

(2, 8, 1)        (2, 8)

19K            →   18K+ +  1e   menyerupai konfigurasi elektron 18Ar (2, 8, 8)

(2, 8, 8, 1)         (2, 8, 8)

Sedangkan unsur-unsur golongan IIA melepas 2 elektron  valensi membentuk ion   positif  dua.

Contoh :

12Mg      →   10Mg2+ +  2e   menyerupai konfigurasi elektron 10Ne (2, 8)

(2, 8, 2)          (2, 8)

20Ca            →   18Ca2+ +  2e   menyerupai konfigurasi elektron 18Ar (2, 8, 8)

(2, 8, 8, 2)         (2, 8, 8)

Unsur-unsur golongan IA dan IIA disebut unsur-unsur elektropositif.

· Unsur-unsur golongan VIA memiliki 6 elektron valensi dan golongan VIIA memiliki 7 elektron valensi, merupakan unsur-unsur non logam. Untuk mencapai kestabilan unsur-unsur golongan VIA dan VIIA lebih mudah menerima elektron valensi dari unsur lain membentuk ion negatif dari pada melepaskan elektron valensinya.

Contoh:

8O   +  2e     →   10O2- menyerupai konfigurasi elektron 10Ne (2, 8)

(2, 6)                    (2, 8)

17Cl      +  2e   →    18Cl menyerupai konfigurasi elektron 18Ar (2, 8, 8)

(2, 8, 7)                   (2, 8, 8)

· Ikatan ion terbentuk dari unsur logam dan nonlogam dengan melakukan serah terima elektron karena adanya gaya elektrostatik.

Contoh :

11Na     →   10Na+ +  1e

(2, 8, 1)        (2, 8)

17Cl        +  2e   →     18Cl

(2, 8, 7)                    (2, 8, 8)

Na+ +   Cl →   NaCl

III Metode Pembelajaran:

Ceramah, diskusi, dan pemberian tugas

IV

Langkah-langkah Pembelajaran

a. Kegiatan awal (apersepsi)

Dengan menggunakan tabel periodik, guru mengingatkan siswa tentang unsur-unsur golongan IA dan golongan IIA (unsur-unsur logam) dan unsur-unsur golongan VIA dan golongan VIIA (unsur-unsur nonlogam) serta konfigurasi elektronnya.

b. Kegiatan inti :

· Menjelaskan kestabilan gas mulia berdasarkan konfigurasi elektron nya.

· Mengidentifikasi unsur yang dapat melepaskan atau menerima elektron valensi  untuk mencapai kestabilannya atau menyerupai konfigurasi elektron gas mulia.

· Menggambarkan susunan elektron valensi (struktur Lewis)  atom gas mulia (duplet dan oktet) dan dibandingkan dengan susunan elektron valensi atom bukan gas mulia serta hubungannya dengan kestabilan unsur.

· Diberikan contoh unsur yang mudah melepaskan elektron valensinya membentuk ion positif dan contoh unsur yang mudah menerima elektron valensi dari unsur lain membentuk ion negatif. Ke dua unsur tersebut bergabung membentuk ikatan ion dengan melakukan serah terima elekton.

· Mengilustrasikan proses terjadinya ikatan ion, misalnya laki-laki (muatan positif) dan perempuan  (muatan negatif) saling tertarik membentuk ikatan perkawinan.

· Memberi contoh senyawa ion dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, garam dapur (NaCl).

c. Kegiatan akhir (Penutup)

Guru dan siswa membuat simpulan tentang konfiguarsi elektron yang stabil, unsur-unsur yang mudah melepaskan atau menerima elektron valensi serta proses terbentuknya ikatan ion. Selanjutnya guru melakukan penilain atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui apakah indikator dan kompetensi sudah tercapai.

V

Alat dan Sumber Belajar

Tabel Periodik Unsur

Buku Kimia yang sesuai

CD pembelajaran Kimia (jika ada)

VI

Penilaian

1. Tentukan jumlah elektron yang dapat dilepaskan atau diterima unsur-unsur berikut ini untuk mencapai kestabilannya? (Perhatikan tabel periodik)

a. Oksigen                d.  kalium

b. Natrium                 e. kalsium

c. Klor

2. Gambarkan susunan elektron valensi (struktur Lewis) dari unsur berikut.

a. Nitrogen                d.  Belerang

b. Flour                      e.  Klor

c. Posfor

3. Dengan menggambarkan konfigurasi elektron, ilustrasikan ikatan ion yang terbentuk dari :

a. 11Na  dengan  8O

b. 12Mg  dengan  17Cl

c. 20Ca  dengan  8O

d. 19K  dengan  17Cl

e. 12Mg  dengan  8O

Oktober 17, 2008 - Posted by | Silabus&RPP

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: